Selasa, 24 Januari 2017

WUIH, TERNYATA ASROI ADALAH SAKSI AHOK YANG MEWAKILI UMAT ISLAM SEDUNIA


Tidak bisa tertahan lagi memang kegilaan yang hadir dalam persidangan Ahok.
Kegilaan yang dimulai dari Pendapat Keagamaan MUI yang tanpa tabayyun dan klarifikasi ke Ahok serta tanpa ada peringatan terlebih dahulu kepada Ahok.
Aksi Bela Islam I, II, dan III atas dasar pendapat keagamaan tersebut.
Dilanjutkan dengan ditersangkakannya Ahok oleh Polisi karena tekanan massa dan atas dasar Pendapat Keagamaan tersebut.
Jaksa dengan kilat siapkan berkas dan akhirnya lahirlah sidang penuh kegilaan.
Sidang yang didasari dengan kegilaan atau ketidakwarasaan ini akhirnya melahirkan saksi-saksi pelapor penuh kegilaan.
Semua yang hadir dan yang membaca pemberitaan sidang Ahok (yang waras) geleng-geleng kepala dengan pernyataan saksi pelapor yang aneh-aneh.
Mulai dari tanggal yang salah, BAP yang salah ketik, bahkan fitnah yang bertebaran dalam persidangan.
Sumpah dengan Kitab Suci tidak berdampak karena fitnah tetap saja tidak bisa ditahan.
Kegilaan baru muncul pada sidang ketujuh Ahok .
Saksi bernama Muhammad Asroi Saputra (36), asal Padang Sidempuan, Sumatera Utara, datang dan menyatakan sesuatu yang tidak masuk akal .
Asroi yang melaporkan kasus ini ke Polres Padang Sidempuan pada 21 Oktober 2016, ternyata tidak hanya mewakili pribadi dan juga teman-temannya, melainkan juga umat Islam sedunia .
Hal ini terungkap dari berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibacakan hakim, Asroi menyebutkan bahwa yang menjadi korban dari ucapan Ahok adalah umat Muslim sedunia .
“ Karena umat Islam bersaudara, Pak. Di mana pun di belahan bumi mana pun, persaudaraan itu ada. Jadi, sama rasa. Pasti sama rasa sakit yang dirasakan ,” kata Asroi kepada hakim .
“ Karena ini berkaitan dengan agama saya. Setiap yang beragama Islam pasti tersinggung ,” ucap pria yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di kantor KUA Padang Sidempuan tersebut .
W O W . . . Wow . . . Luar biasa klaim yang disampaikan oleh Asroi di dalam persidangan .
Persaudaraan Islam dibawa-bawa dan dia seperti punya hak dan kewenangan mewakilinya .
Asroi ketika ditanya ada datanya tidak bisa memberikan keterangan dan hanya menyampaikan bahwa Islam bersaudara .
Pernyataan ini sangat berbahaya dan akan menyakitkan bagi orang-orang Islam lain .
Pernyataan Asroi ini bisa saja menyebabkan perpecahan umat karena menyebut kalimat “Setiap yang beragama Islam pasti tersinggung ”.
Darimana dasarnya ? ? ?
Apakah Asroi punya kemampuan tafsir melebihi ulama-ulama yang menilai tidak ada penistaan Islam dalam kasus ini ? ? ?
Asroi bisa dituntut menghina umat Islam lain yang tidak tersinggung oleh pernyataan Ahok, karena memang Islam tidak dinistakan dalam pernyataan Ahok .
Hal ini dengan lugas disampaikan oleh Pemuka Agama sekaliber Buya Syafii dan Gus Mus .
Apakah Asroi menyebut mereka ini bukan umat Islam ? ? ?
Belum lagi dalam persidangan terungkap bahwa di tempat kejadian pun tidak ada umat Islam yang tersinggung .
Hal ini diungkapkan Lurah Pulau Panggang Yuli Hardi yang mengatakan, tak ada warga Kepulauan Seribu yang protes saat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 dalam sambutannya .
“ Tidak ada ,” kata Yuli di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017) .
Menurut Yuli, sikap masyarakat Kepulauan Seribu juga baru muncul seusai pernyataan Ahok ramai dipermasalahkan .
“ Macam-macam (sikap masyarakat). Ada yang pro, kontra, dan cuek ,” kata Yuli .
Hal ini membuktikan bahwa kegilaan muncul ketika Pidato Ahok dipermasalahkan dan digiring dalam kegilaan yang sangat masif dan luar biasa .
Seperti yang disampaikan oleh AHY ketika Sylvi terjerat kasus dana hibah, kasus ini seperti dicari-cari sekali sesuatu yang mengada-ada .
Akhirnya yah seperti ini .
Kegilaan tidak terbendung lagi .
Asroi memang hebat !
Kasus Ahok sampai bawa-bawa umat Islam sedunia .
Tanpa survei dan bertanya langsung dengan beraninya mengklaim bahwa setiap umat Islam pasti tersinggung oleh pernyataan Ahok .
Dasar yang tidak benar dan hanyalah sebuah perasaan yang tidak bertanggung jawab .
Seperti yang pernah saya sampaikan, sidang ini hanya akan menampilkan ketidakwarasan dan kegilaan tiada henti. Karena sesuatu yang tidak benar dan penuh kebohongan, hanya akan melahirkan ketidakbenaran dan kebohongan baru untuk menutupinya .
Finalnya, Para penggerak kebohongan itu akan dihantam oleh kebohongan mereka sendiri .
Nikmatilah setiap kegilaan dan jadikanlah ini pelajaran bagi kita semua .
Hati-hati dalam memelihara ketidakwarasan dan kebohongan .
Ketika hal itu semakin besar, kita tidak mampu lagi membendungnya .
Seperti saat ini, kasus penistaan agama malah jadi ajang fitnah dan berbohong .
Agama atau kegilaankah yang sedang dibela saat ini ? ? ?
Salam Gila .
-Palti Hutabarat-

0 komentar:

Posting Komentar