Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2016

Hai Para Suami 10 Sikap ini sangat menyakiti Istrimu


SUAMI merupakan panutan dalam keluarga. Ia memiliki peran penting sebagai kepala rumah tangga. Ia layaknya pemimpin. Maka, sikap dan kepribadiannya menjadi panutan bagi keluarga, baik itu istri maupun anak-anaknya. Sikapnya pula bisa mempengaruhi anggota keluarganya, termasuk terhadap istrinya.

Dalam bersikap, suami harus lebih berhati-hati. Sebab, boleh jadi sikap yang ia lakukan berdampak buruk terhadap keluarganya, terutama terhadap istrinya. Nah, sedikitnya ada 10 sikap yang harus dihindari oleh suami terhadap istrinya. Mengapa? Sebab, sikap-sikap tersebut dapat menyakiti hati istri. Apa sajakah itu?

1. Suami Tidak SabarWanita memiliki sifat sensitif, kepekaan dan kedetailan yang lebih daripada lelaki. Maka, bagi seorang suami harus bisa memahami hal ini dari istrinya. Sebab, sifat ini menjadi pelengkap bagi suaminya (dengan catatan kelebihan ini dipakai oleh wanita pada hal-hal yang positif). Maka, jika seorang suami mulai tidak bisa menghadapi istri, sesungguhnya itu yang akan menyakiti hati istri. Nah, jika istri sudah kelewat batas, maka hadapilah dengan kepala dingin dan hati yang tenang.

2. Suami Tidak Berikan Kesempatan untuk Mengutarakan PendapatIstri akan tersakiti saat suami tidak memberikan kesempatan untuk istri mengemukakan pendapatnya dan menjadi dominan dalam mengambil suatu keputusan. Padahal istri diberikan oleh Allah SWT sebagai penolong dan partner bagi suami. Jadi sudah sewajarnya jika suami melibatkan istri dalam memberikan pandangan-pandangannya. Karena terkadang istri lebih peka dan tajam akan sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh para suami. Dan justru itulah yang akan menjaga langkah suami dan keluarga yang ada.

3. Suami Tidak Memberikan Perhatian
Perhatian suami begitu berarti bagi sang istri. Sebab, perilaku tersebut merupakan bentuk kasih sayang, rasa cinta dan komitmen dari suami-istri. Maka, wajib bagi suami untuk menyalurkan perasaannya terhadap istri melalui bentuk perhatian, pujian, memberikan kasih sayang dan lain sebagainya.

4. Suami Berlaku KasarTindakan kekerasan yang diterima wanita sudah pasti akan menyakitinya. Apalagi jika yang melakukan itu adalah suaminya sendiri. Sangatlah tidak patut jika tangan seorang suami berlaku kasar pada istri. Karena seharusnya dengan tangan itulah sang suami mengayomi dan menyayangi isrinya (memang sudah kewajiban suami).

5. Suami Memuji Wanita Lain atau Lebih Memperhatikan Wanita Lain
Suami bisa menyakiti istri saat suami mulai sering memuji atau memperhatikan wanita lain dibanding istri sendiri. Apapun kelebihan ataupun kelemahan istri, dia tetap adalah istri yang Allah SWT sudah beri bagimu. Dan tidak ada istri seperti itu di dunia ini. Jadi jangan pernah memiliki hubungan yang lebih dekat dari istri.

6. Suami Tidak Lagi Menunjukkan Kemesraan
Istri akan mulai tersakiti saat suami tidak lagi menunjukkan kemesraan kepada istrinya. Masa-masa indah ketika awal bertemu seakan-akan lenyap dan tak mungkin kembali lagi. Padahal adalah hal yang normal dan sewajarnya jika hubungan kemesraan suami-istri lebih meningkat dari hari ke hari. Bahkan setelah melewati puluhan tahun usia pernikahan tetapi kemesraan itu tak boleh pernah pudar. Jika kemesraan mulai memudar maka sesungguhnya ada yang salah di dalam hubungan yang terjalin di antara suami dan istri.

7. Suami Pakai Uang Seenaknya Tanpa Memberitahukan pada Istri
Meskipun suami yang mencari nafkah tapi sudah sewajarnya semua pendapatan dan pengeluaran diatur secara bersama-sama, yakni suami serta istri. Apabila suami menggunakan uang dengan seenaknya tanpa pertimbangan dan tanpa pemberitahuan kepada istri, maka itu akan menyakiti hati si istri.

8. Suami Bersikap Baik pada Istri hanya Ketika Ingin Berhubungan Badan
Istri akan sangat tersakiti jika suami bersikap baik dan mesra ketika hanya ingin berhubungan badan saja. Karena istri akan merasa dirinya dibutuhkan hanya untuk pemuas hasratnya. Dan perlahan tapi pasti ikatan emosi, komunikasi, kasih sayang yang tulus akan rusak antara suami dan istri. Padahal istri sangat menyukai keintiman yang tidak harus dimulai dengan tindakan aktivitas seksual saja, tetapi bentuk perhatian kecil lainnya.

11. Suami Menyeleweng atau Melakukan Perselingkuhan
Sudah pasti dan jelas bahwa setiap istri akan sangat tersakiti saat suami melakukan perselingkuhan dengan wanita lain. Jikalau hal ini terjadi maka suami harus segera terbuka atau cerita segalanya kepada istri mengenai perselingkuhannya. Apabila kondisi tidak kondusif maka carilah orang penengah antara suami dan istri. Orang penengah ini bis ahli agama ataupun orangtua. Orang penengah inilah yang mempunyai pengaruh untuk mendamaikan, menegur, mengarahkan atau bahkan memberikan pendisiplinan dengan tujuan agar rumah tangga yang ada dapat kembali kepada jalan yang benar.
10. Suami Tidak Menjadikan Istri dan Anak-anaknya Menjadi Prioritas yang Utama
Istri akan tersakiti saat suami tidak lagi menjadikan istri dan anak-anak sebagai prioritas utama. Biasanya kebanyakan kasus yang terjadi, suami lebih mementingkan pekerjaan ataupun keluarga lainnya seperti orangtua, adik dan sebagainya. Bukan berarti kita tidak diperbolehkan untuk memperhatikan keluarga kita yang lain dan juga orangtua tetapi kita harus mengetahui prioritas utama kita sebagai suami.

Sumber: indonesiaone.org

Jumat, 16 Desember 2016

Hai Para Suami ini 5 tanda istri tidak bahagia dalam pernikahan



Di dalam rumah tangga, kebahagiaan istri menjadi hal utama. Mengapa? Sebab, istri adalah penguat bagi suami. Istri juga memiliki peran penting bagi anak-anaknya. Hanya saja, tidak semua istri merasakan hal itu. Pasti akan kita temukan istri yang tidak bahagia dalam pernikahan. Bagaimana kita mengetahui bahwa istri tidak bahagia?

Sedikitnya ada lima tanda yang menyatakan bahwa istri tidak bahagia dalam pernikahan. Dengan mengetahui hal ini, maka suami harus segera mencari solusinya agar istri memperoleh kebahagiaan. Apa sajakah tanda itu?

1. Mudah Marah
Seorang wanita yang tidak dalam kondisi bahagia akan mudah tersulut emosinya sehingga ia menjadi mudah marah dan tersinggung. Hal kecil saja dapat memicunya untuk marah. Sehingga apabila Anda menemukan dalam kondisi seperti ini, pastikan apakah ia sedang dalam masa menstruasi atau tidak. Apabila tidak sedang dalam masa menstruasi, maka hal ini perlu diwaspadai.

2. Tidak Mudah Percaya
Seorang wanita akan menjadi lebih posesif terhadap suaminya apabila ia merasa tidak nyaman atau bahagia. Dalam hal ini ia menjadi tidak mudah percaya dengan suaminya. Ia akan mencari-cari cara untuk meyakinkan dirinya. Mulai dari mencari tahu apa yang dilakukan oleh sang suami, hingga sampai mengecek Hp sang suami. Biasanya hal ini terjadi apabila si wanita menemukan sesuatu yang mencurigakan dari suaminya.

3. Menolak Melayani Suami
Tanda selanjutnya istri yang tidak bahagia dalam pernikahannya adalah menolak melayani suaminya termasuk berhubungan intim. Jangankan diajak berhubungan, disentuh oleh suaminya saja sang istri akan merasa enggan. Apalagi bila penyebab ketidak-bahagiaannya itu adalah sang suami.

3. Lebih Banyak Diam
Wanita umumnya akan berbicara 20.000 kata/hari sementara pria hanya 7.000 kata/hari. Sehingga tidak mengherankan bila para wanita lebih banyak berbicara dibandingkan laki-laki.

Namun bila tiba-tiba istri Anda berubah menjadi lebih pendiam atau sedikit berbicara, maka waspadalah sebab hal ini bisa menjadi pertanda bahwa ia sedang tidak bahagia. Oleh karena itu, apabila hal ini terjadi maka dekatilah ia dan ajak berbicara agar Anda mengetahui apa yang terjadi. Sebab bagi seorang wanita, diajak berbicara dan didengarkan saja sudah membuatnya merasa bahagia.

4. Merasa Lelah
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh UCLA tentang kaitan antara kebahagiaan pernikahan dengan kortisol pada wanita. Dimana diperoleh hasil bahwa seorang wanita yang tidak bahagia, maka kortisolnya akan tinggi. Sehingga hal ini menyebabkan tubuhnya menjadi cepat lelah sekalipun telah mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan berolahraga.

Sumber : islampos.com

Menangis Baca Surat Anak Perempuan Untuk Ayahnya

Ayah, maafkan aku. Aku telah memperberat hisabmu di akhirat. Padahal aku tau bahwa setiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawaban.

Kau adalah pemimpin keluarga, sedangkan aku masih saja berbuat dosa serta tak taat padamu dan ibunda.

Ayah maafkan aku, telah membuatmu berat menjawab jika Allah bertanya, “Wahai hambaku, bagaimana kabar anakmu. Mengapa dia tidak taat kepadaKu?”

Ayah, aku sungguh minta maaf. Karena aku berkata mencintaimu. Tapi aku tak menghiraukan hisabmu nanti di akhirat. Padahal kau telah susah payah membesarkanku. Dan kau susah payah mencari nafkah untukku. Sedangkan aku masih saja terlena oleh maksiat kepadaNya.

Sungguh terlalu hati ini. Hati seorang anak yang tak peduli terhadap nasib ayahnya di akhirat.
Saat Allah perintahkan menutup aurat, kenapa diri ini malah enggan?
Saat Allah perintahkan untuk sholat, kenapa diri ini masih malas-malasan?
Dan saat Allah melarang pacaran, mengapa diri ini malah menentang?

Kita tertawa bersama kelalaian dunia, sedangkan ayah kita mungkin menangis sebab kau belum bertaqwa.

Ya Allah, kekalkan hidayahmu kedalam hati hamba. Jadikan ia pelita dalam gelapnya nafsu syaitan. Dan jadikan ia payung dalam hujannya fitnah dunia yang hina ini.

Ayah, semoga aku dapat menjadi penyejukmu di akhirat kelak.
Dan maaf ayah, jika selamat ini aku telah memberatkan hisabmu di akhirat nanti.

Sumber : islamidia.com

Ternyata Ini Nafkah Batin yang Diinginkan Para Istri Jika Ya Sebarkan



Salah satu Kewajiban seorang Laki­-laki yang sudah menikah adalah memberikan nafkah lahir dan batin pada wanita yang dinikahinya. Jika tidak melakukan kewajiban tersebut, mereka berdosa karena hukum agama yang mengatur tentang pemberian nafkah pada istri sudah jelas. Namun ketika berbicara tentang nafkah, apa yang tergambar dalam pikiran anda?

Mungkin kita akan menafsirkan bahwa nafkah itu adalah pemberian seorang suami kepada istrinya. Sebenarnya tanpa kita sadari terkadang kita salah memaknai arti nafkah. Kebanyakan Kita mungkin berpikir bahwa nafkah lahir itu berupa materi yang wujudnya terlihat sedangkan nafkah batin itu adalah pemenuhan kebutuhan biologis saja.

Setidaknya, sejauh ini menurut pengalaman saya sebagai seorang istri juga sebagai seorang ibu dan juga pengamatan hasil obrolan saya dengan sejumlah ibu, sesungguhnya inilah bentuk nafkah batin yang diharapkan istri dari suami mereka:

1. Membiarkan istri tidur sampai pagi.
Nah, inilah point akhirnya. Membiarkan istri tertidur lelap tanpa mengganggunya merupakan salah satu cara menyayanginya. Terkadang ada waktu istri anda ingin tidur dengan puas sampai subuh, melepas kelelahan setelah seharian bekerja mengurus keluarga. Kadang... membiarkan istri beristirahat, dan tidak ribut dengan urusan “nafkah batin”, justru menjadi nafkah batin yang istimewa bagi para istri.

2. Memberikan kepercayaan penuh untuk mengelola keuangan
Perlu diketahui bahwasannya Nafkah lahir, bukan soal berapa nominalnya. Tetapi terletak pada seberapa terbuka suami terhadap istrinya. Keterbukaan dan komunikasi menjadi hal yang amat penting dalam hal ini.
Hendaknya suami memberi kepercayaan kepada istri untuk mengelola keuangan rumah tangga, jangan mencurigai apalagi mengungkitungkit nominal yang diberikan atau mengatakan kalimat ini “Masa uang belanja belum juga seminggu udah habis? “ kalimat seperti ini terkesan menyalahkan istri. Padahal terkadang ada kebutuhan­-kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi yang sifatnya mendadak atau ada alat­alat dapur yang terpaksa harus dibeli.

3. Para Suami Rela meluangkan waktu dari kesibukannya untuk membantu pekerjaan rumahtangga
Pekerjaan ibu atau istri dirumah tidak ada habisnya. Waktu luang untuk ongkang kaki atau duduk manis menonton televisi mungkin menjadi sesuatu yang langka. Beberapa jam saja “diam” ( tidak melakukan apa­apa) dipastikan pekerjaan ibu akan semakin bertambah dan menggunung. Piring dan cucian yang menumpuk, dapur berantakan, teras yang kotor, dan.. Mungkin masih banyak lagi yang lain.

Buat para ayah atau para suami, cobalah saat anda pulang bekerja bisa sedikit rapih. Simpan baju bekas pakai anda ditempat yang semestinya, bukan dilempar atau disimpan semaunya. Belum lagi langsung perintah minta ini dan minta itu. Apalagi masih ditambah komentar tentang kondisi rumah yang tidak rapi, atau anak­anak yang belum mandi.. jika para ibu memiliki suami seperti ini sabar ya.

Padahal jika saja para suami atau para ayah sepulang kerja bertanya dengan katakata yang lembut, “Mau dibantu apa sayang?” hmm..mungkin istri yang tadinya mau meminta anda membantu pekerjaan rumah, menjadi tidak tega meminta bantuan pada anda.

4. Luangkan waktu untuk ajak istri jalan-­jalan
Istri manapun pasti senang jika diajak jalan-­jalan. Tidak selalu berbelanja dan beli berlian.. cukup dengan mengajaknya makan siang, mengantarnya ke pasar, atau bahkan sesekali menggantikan tugasnya antar jemput anak. Itu sudah cukup menyenangkan baginya.

5. Jadilah teman curhat dan pendengar yang baik
Seandainya para suami tahu, sifat alami wanita selain mempercantik diri demi Anda, adalah Curhat. Berikan ruang untuknya agar ia menyampaikan perasaannya pada anda. Dengarkan ceritanya, keluhannya, kesedihannya, impiannya.. Meski mungkin kadang terdengar sepele dan menimbulkan kantuk bagi Anda. Seorang istri akan merasa bahagia ketika suami merespon baik apa yang di ungkapkannya saat bersama suaminya. Hal ini baik dan dapat mencegah istri anda curhat ke orang lain. Karena jika curhatnya kesalah orang, maka akan berbahaya.

6. Menerima istri apa adanya dan Tidak membandingkan istri dengan wanita lain.
Seperti apapun keadaan istri sekarang, ingatlah bahwa ia adalah jodoh terbaik untuk anda. Dialah yang menerima anda dengan kelebihan dan kekurangan anda. Dialah yang selama ini mendampingi anda baik saat senang atau susah, yang merawat anda saat anda sakit, menguatkan anda saat terpuruk.

Hargai pengorbanannya, jangan memuji wanita lain dihadapannya atau membandingkannya dengan wanita lain. Meski topiknya hanya sekadar warna Baju atau jilbab. Tidak ada wanita yang suka dibandingkan dengan wanita lain. Walaupun kalimat yang anda ucapkan bertujuan untuk memotivasi istri anda tetap saja hal itu akan menyakiti hatinya. istri suka dihargai sesuai keunikan pribadi mereka masing­masing.

Itulah bentuk nafkah batin yang diinginkan istri dari suami mereka. Kalau point-­point diatas itu dipenuhi.. Nafkah batin “ala bapak­bapak” lancar lah.. dan dijamin tanpa kendala. Semoga bermanfaat, silahkan di share agar banyak yang menerima manfaat dari tulisan ini. Dan agar pasangan-­pasangan yang sudah menikah bisa saling memahami harapan masingmasing dari pasangannya.